Kamis, 09 April 2015

Konsep process dalam sistem komputer modern

Berdasar pendekatan concurrency dalam hal waktu kedatangan task/job dimana sebuah process dimulai, sebuah process diklasifikasikan menjadi:
  1. process berurutan: sejumlah process berlangsung secara berselingan dan tidak ada saling tumpang-tindih, sebelum process awal telah selesai; yang berikutnya belum dapat dilayani
  2. process paralel: sejumlah process dapat dilayani secara bersama-sama tanpa menunggu process sebelumnya selesai.
  3. process serentak berpenggalan: process paralel yang dilakukan setahap-demi-setahap (dikenal: quantum-time)
Rangkaian process yang bekerja dan berjalan dalam sistem komputer modern akan memunculkan suatu kondisi yang disebut dengan concurrency; sehingga multithreading dapat dibangun dan berjalan. Hal inilah mengapa sifat dan kondisi multitasking mutlak dimiliki oleh sistem komputer modern.

Rabu, 08 April 2015

Radikal dan Pendidikan

by Dr. Moh. Asher Ganoe-Nambela

Ajaran radikal dalam persperktif masyarakat modern sangat dilarang dan dijauhi oleh sebab mengancam ketentraman lingkungan masyarakat, terlebih lagi dapat memancing keributan yang tentu saja bisa menimbulkan kerusuhan massive. Oleh sebab itu, masyarakat modern selalu mendorong lingkungan yang sangat harus dicegah dari infiltrasi ajaran radikal adalah bidang pendidikan. Baik dari aspek buku ajar, materi pengajaran, dan substansi nasehat yang disampaikan pada anak didik.

Pendidikan semestinya harus jauh dari hal-hal radikal dan ajaran penyesatan, terlebih anak didik adalah generasi muda bangsa untuk melanjutkan pembangunan negara. Pendidikan harus dijalankan berdasar 4 pilar kebangsaan, yakni: Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Tanpa keempat pilar ini, nasionalisme sebagai Indonesia seakan telah sirna dan lenyap. Pendidikan dalam basis nasionalisme haruslah berdasar kepada keempat pilar ini, sehingga dalam setiap kurikulum pendidikan di Indonesia wajib memberikan mata ajar berisikan dan mengandung keempat pilar kebangsaan.

Ada tiga elemen yang berperan agar ajaran radikal tidak bisa masuk ke dalam pendidikan yakni: pengajar, materi pengajaran, dan lingkungan pengajaran (yakni lembaga atau institusinya). Dan semestinya dalam peradaban yang modern saat ini, radikalisme bukan hal yang sulit untuk dicegah dan ditangkal.

Keilmuan Engineering

Keilmuan engineering berasal dari hakiki makna pada kata rekayasa, yang artinya melakukan suatu perubahan bersifat revolusioner, bahkan cenderung final-result-nya adalah new. Keilmuan engineering dibangun dari beberapa ilmu dasar dalam kelompok eksakta seperti: matematika, fisika, biologi, kimia dan computer. Saat ini keilmuan engineering telah mengkerucut pada kelompok ilmu seperti: Electrical, Electronic and Computer Engineering, Civil, Architecture and Planning Engineering, Mechanical, Industrial and Aeroneutical Engineering, Exploration and Earth Engineering, Information and Software Engineering dan Bioengineering and Genetic Mechanical Science.

Keilmuan engineering dalam perguruan tinggi umumnya dikelompokkan dalam bentuk fakultas, seperti: Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknologi Mineral, dan Fakultas Kebumian. Namun pada perkembangannya, keilmuan engineering berkolaborasi dengan keilmuan science lainnya bahkan medicine membentuk kelompok keahlian baru. Beberapa di antaranya seperti: Mekatronika, Embedded-Systems, Biomekanika, Robotika dan Saraf Tiruan, Instrumentasi dan Komunikasi Kontrol, dan Komputasi Artificial Network.