Rabu, 29 Juli 2015

Ulasan Evolusi dan Manusia Pertama: Science dan Theologi

by Lamoedoer Ompoe-Saha, MT.

Manusia pertama sekali diciptakan TUHAN Allah (Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub) pada hari ke-6 seperti tertulis pada ayat berikut ini: "Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi. Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya. Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam." [Kej.1:26-31]. Sebelumnya alam semesta masih kondisi 'kacau-balau', sehingga TUHAN Allah menciptakan segala sesuatu tertata dan terorganisir, "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air." [Kej.1:1-2]. Sebelumnya ada teori yang dianut dalam kelahiran bumi dan alam-semesta, yakni Big Bang Theory dimana partikel-partikel awal mulanya bergerak secara acak dan tidak terkontrol lalu saling berbenturan sama lain sehingga memunculkan gaya dan mekanika baik sentripetal maupun sentrifugal dan berevolusi berjuta-juta tahun melewati proses panjang.

Teori Darwin mengatakan, manusia berevolusi berjuta-juta tahun melewati proses dari primata sampai dengan manusia modern (H. sapiens) sekarang. Beberapa spesies manusia purba disebutkan seperti: Denisova hominin, H. antecessor, H. cepranensis, H. erectus, H. ergaster, H. floresiensis, H. gautengensis, H. habilis, H. heidelbergensis, H. neanderthalensis, H. rhodesiensis, H. rudolfensis, Orang Gua Red Deer, H. sapiens idaltu.


Gambar 1. Homo-antecessor

Dikatakan pada Kej.1:27 bahwa manusia (laki-laki dan perempuan) diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya; secara anatomi terdiri dari: wajah (panca-indera), rambut, kaki-tangan, tubuh, jalan-tegak, jumlah jari-jari (tangan dan kaki). Namun belum berpengetahuan, tidak dapat membedakan hal baik dan buruk. Dan dikatakan dalam Kej.1:28 agar manusia tersebut beranak-cucu; artinya manusia telah memiliki insting/naluri untuk bereproduksi. Hewan dan tumbuh-tumbuhan tidak perlu memiliki pengetahuan untuk membedakan hal baik dan buruk untuk melakukan reproduksi.


Gambar 2. Denisova hominin

Adam dan Hawa, manusia ciptaan TUHAN Allah yang jatuh dalam dosa akibat memakan Pohon Kehidupan sehingga memiliki pengetahuan membedakan hal baik dan buruk. Dikatakan dalam Firman TUHAN: "Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama "Manusia" kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan. Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya. Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati." [Kej.5:1-5]. Bisa dikatakan sebuah hipotesis bahwa ada dua golongan spesies manusia yang diciptakan oleh TUHAN Allah yakni: manusia purba (identik dengan primata kelompok kera, yakni hasil evolusi dan manusia tanpa pengetahuan membedakan hal baik dan buruk) dan manusia modern (keturunan Adam dan Hawa). Namun berbeda dengan hewan dan tumbuh-tumbuhan, materi pembentuk manusia berbeda seperti tertulis pada Firman TUHAN: "ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup." [Kej.2:7].


Gambar 3. Homo-floresiensis

Analisis:
Saat terjadi pertikaian antara Kain dan Habel (Kej.4:1-2), manusia keturunan Adam dan Hawa telah memiliki kepintaran untuk beternak dan bercocok-tanam, setidaknya telah memiliki peradaban; dan belum lagi saat zaman itu ada manusia-manusia raksasa yang hidup di bumi (Kej.6:1-4). Walaupun harus melewati proses riset yang panjang berdasar data dan fakta yang akurat, semestinya misteri kehidupan alam-semesta ini pasti terkuak. Dan pendekatan teori asal-usul kehidupan antara sains dan theologi tidak memiliki pertentangan berarti justru akan bertemu pada titik yang sama dan saling mendukung.


Gambar 4. Homo-rudolfensis


Gambar 5. Homo-sapiens idaltu



Gambar 6. Homo-rhodesiensis


Reff:
  1. Stringer, C.B. (1994). "Evolution of early humans". In Steve Jones, Robert Martin & David Pilbeam (eds.). The Cambridge Encyclopedia of Human Evolution. Cambridge: Cambridge University Press.
  2. McHenry, H.M (2009). "Human Evolution". In Michael Ruse & Joseph Travis. Evolution: The First Four Billion Years. Cambridge, Massachusetts: The Belknap Press of Harvard University Press.
  3. ______ALKITAB Terjemahan Baru. LAI. 1994.

Selasa, 28 Juli 2015

Demokrasi Yang Utuh

by Simeon Rodjak, MT.

Demokrasi hanya lahir pada sebuah masyarakat yang menjunjung hak asasi manusia, memerdekakan setiap insan manusia serta menerima setiap perbedaan yang ada untuk diposisikan pada kesetaraan dalam memperoleh hak dan kewajiban. Demokrasi tercederai apabila kekuatan mayoritas menekan kaum minoritas. Oleh sebab itulah demokrasi lahir dari sebuah masyarakat yang meninggalkan tirani dan kediktatoran dan menempatkan suara rakyat sebagai azas untuk mendapatkan mufakat dalam pengambilan keputusan.

Kondisi dan hal ini menyebabkan dalam Pancasila yang dijadikan sebagai dasar negara terkandung nilai-nilai demokrasi. Kelima sila pada Pancasila tidak menyiratkan kekuatan mayoritas bahkan dominasi kekuatan mayoritas untuk memutuskan suara secara voting. Dengan demikian sudah semestinya Indonesia harus meninggalkan paradigma berpikir mayoritas-minoritas, dan menempatkan Pancasila sebagai nilai utuh untuk menggerakan setiap aktivitas roda pemerintahan dan karya pekerjaan setiap masyarakat.

Meninggalkan pendekatan berpikir mayoritas-minoritas akan mendorong Indonesia maju lebih pesat dari ketertinggalannya dari negara lain untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur. Mengedepankan metode musyawarah dalam mufakat akan menghindari tirani kekuatan mayoritas demi kepentingan golongan, dan demokrasi yang sesungguh akan utuh terimplementasi dengan baik serta membawa dampak positip pada perkembangan kemajuan masyarakat.


Reff:
  1. Meyer, T., Hinchman, L. The Theory of Social Democracy 1st Edition. Polity. 2007.
  2. Terchek, R.J., Conte, T.C. Theories of Democracy: A Reader. Rowman & Littlefield Publishers. 2000.

Kamis, 09 April 2015

Konsep process dalam sistem komputer modern

Berdasar pendekatan concurrency dalam hal waktu kedatangan task/job dimana sebuah process dimulai, sebuah process diklasifikasikan menjadi:
  1. process berurutan: sejumlah process berlangsung secara berselingan dan tidak ada saling tumpang-tindih, sebelum process awal telah selesai; yang berikutnya belum dapat dilayani
  2. process paralel: sejumlah process dapat dilayani secara bersama-sama tanpa menunggu process sebelumnya selesai.
  3. process serentak berpenggalan: process paralel yang dilakukan setahap-demi-setahap (dikenal: quantum-time)
Rangkaian process yang bekerja dan berjalan dalam sistem komputer modern akan memunculkan suatu kondisi yang disebut dengan concurrency; sehingga multithreading dapat dibangun dan berjalan. Hal inilah mengapa sifat dan kondisi multitasking mutlak dimiliki oleh sistem komputer modern.

Rabu, 08 April 2015

Radikal dan Pendidikan

by Dr. Moh. Asher Ganoe-Nambela

Ajaran radikal dalam persperktif masyarakat modern sangat dilarang dan dijauhi oleh sebab mengancam ketentraman lingkungan masyarakat, terlebih lagi dapat memancing keributan yang tentu saja bisa menimbulkan kerusuhan massive. Oleh sebab itu, masyarakat modern selalu mendorong lingkungan yang sangat harus dicegah dari infiltrasi ajaran radikal adalah bidang pendidikan. Baik dari aspek buku ajar, materi pengajaran, dan substansi nasehat yang disampaikan pada anak didik.

Pendidikan semestinya harus jauh dari hal-hal radikal dan ajaran penyesatan, terlebih anak didik adalah generasi muda bangsa untuk melanjutkan pembangunan negara. Pendidikan harus dijalankan berdasar 4 pilar kebangsaan, yakni: Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan NKRI. Tanpa keempat pilar ini, nasionalisme sebagai Indonesia seakan telah sirna dan lenyap. Pendidikan dalam basis nasionalisme haruslah berdasar kepada keempat pilar ini, sehingga dalam setiap kurikulum pendidikan di Indonesia wajib memberikan mata ajar berisikan dan mengandung keempat pilar kebangsaan.

Ada tiga elemen yang berperan agar ajaran radikal tidak bisa masuk ke dalam pendidikan yakni: pengajar, materi pengajaran, dan lingkungan pengajaran (yakni lembaga atau institusinya). Dan semestinya dalam peradaban yang modern saat ini, radikalisme bukan hal yang sulit untuk dicegah dan ditangkal.

Keilmuan Engineering

Keilmuan engineering berasal dari hakiki makna pada kata rekayasa, yang artinya melakukan suatu perubahan bersifat revolusioner, bahkan cenderung final-result-nya adalah new. Keilmuan engineering dibangun dari beberapa ilmu dasar dalam kelompok eksakta seperti: matematika, fisika, biologi, kimia dan computer. Saat ini keilmuan engineering telah mengkerucut pada kelompok ilmu seperti: Electrical, Electronic and Computer Engineering, Civil, Architecture and Planning Engineering, Mechanical, Industrial and Aeroneutical Engineering, Exploration and Earth Engineering, Information and Software Engineering dan Bioengineering and Genetic Mechanical Science.

Keilmuan engineering dalam perguruan tinggi umumnya dikelompokkan dalam bentuk fakultas, seperti: Fakultas Teknologi Industri, Fakultas Teknik, Fakultas Teknologi Informasi, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Fakultas Teknologi Mineral, dan Fakultas Kebumian. Namun pada perkembangannya, keilmuan engineering berkolaborasi dengan keilmuan science lainnya bahkan medicine membentuk kelompok keahlian baru. Beberapa di antaranya seperti: Mekatronika, Embedded-Systems, Biomekanika, Robotika dan Saraf Tiruan, Instrumentasi dan Komunikasi Kontrol, dan Komputasi Artificial Network.