by Lamoedoer Ompoe-Saha, MT.
Manusia pertama sekali diciptakan TUHAN Allah (Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub) pada hari ke-6 seperti tertulis pada ayat berikut ini: "Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi. Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi. Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya. Dan jadilah demikian. Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam." [Kej.1:26-31]. Sebelumnya alam semesta masih kondisi 'kacau-balau', sehingga TUHAN Allah menciptakan segala sesuatu tertata dan terorganisir, "Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air." [Kej.1:1-2]. Sebelumnya ada teori yang dianut dalam kelahiran bumi dan alam-semesta, yakni Big Bang Theory dimana partikel-partikel awal mulanya bergerak secara acak dan tidak terkontrol lalu saling berbenturan sama lain sehingga memunculkan gaya dan mekanika baik sentripetal maupun sentrifugal dan berevolusi berjuta-juta tahun melewati proses panjang.
Teori Darwin mengatakan, manusia berevolusi berjuta-juta tahun melewati proses dari primata sampai dengan manusia modern (H. sapiens) sekarang. Beberapa spesies manusia purba disebutkan seperti: Denisova hominin, H. antecessor, H. cepranensis, H. erectus, H. ergaster, H. floresiensis, H. gautengensis, H. habilis, H. heidelbergensis, H. neanderthalensis, H. rhodesiensis, H. rudolfensis, Orang Gua Red Deer, H. sapiens idaltu.

Gambar 1. Homo-antecessor
Dikatakan pada Kej.1:27 bahwa manusia (laki-laki dan perempuan) diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya; secara anatomi terdiri dari: wajah (panca-indera), rambut, kaki-tangan, tubuh, jalan-tegak, jumlah jari-jari (tangan dan kaki). Namun belum berpengetahuan, tidak dapat membedakan hal baik dan buruk. Dan dikatakan dalam Kej.1:28 agar manusia tersebut beranak-cucu; artinya manusia telah memiliki insting/naluri untuk bereproduksi. Hewan dan tumbuh-tumbuhan tidak perlu memiliki pengetahuan untuk membedakan hal baik dan buruk untuk melakukan reproduksi.
Gambar 2. Denisova hominin
Adam dan Hawa, manusia ciptaan TUHAN Allah yang jatuh dalam dosa akibat memakan Pohon Kehidupan sehingga memiliki pengetahuan membedakan hal baik dan buruk. Dikatakan dalam Firman TUHAN: "Inilah daftar keturunan Adam. Pada waktu manusia itu diciptakan oleh Allah, dibuat-Nyalah dia menurut rupa Allah; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Ia memberkati mereka dan memberikan nama "Manusia" kepada mereka, pada waktu mereka diciptakan. Setelah Adam hidup seratus tiga puluh tahun, ia memperanakkan seorang laki-laki menurut rupa dan gambarnya, lalu memberi nama Set kepadanya. Umur Adam, setelah memperanakkan Set, delapan ratus tahun, dan ia memperanakkan anak-anak lelaki dan perempuan. Jadi Adam mencapai umur sembilan ratus tiga puluh tahun, lalu ia mati." [Kej.5:1-5]. Bisa dikatakan sebuah hipotesis bahwa ada dua golongan spesies manusia yang diciptakan oleh TUHAN Allah yakni: manusia purba (identik dengan primata kelompok kera, yakni hasil evolusi dan manusia tanpa pengetahuan membedakan hal baik dan buruk) dan manusia modern (keturunan Adam dan Hawa). Namun berbeda dengan hewan dan tumbuh-tumbuhan, materi pembentuk manusia berbeda seperti tertulis pada Firman TUHAN: "ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup." [Kej.2:7].

Gambar 3. Homo-floresiensis
Analisis:
Saat terjadi pertikaian antara Kain dan Habel (Kej.4:1-2), manusia keturunan Adam dan Hawa telah memiliki kepintaran untuk beternak dan bercocok-tanam, setidaknya telah memiliki peradaban; dan belum lagi saat zaman itu ada manusia-manusia raksasa yang hidup di bumi (Kej.6:1-4). Walaupun harus melewati proses riset yang panjang berdasar data dan fakta yang akurat, semestinya misteri kehidupan alam-semesta ini pasti terkuak. Dan pendekatan teori asal-usul kehidupan antara sains dan theologi tidak memiliki pertentangan berarti justru akan bertemu pada titik yang sama dan saling mendukung.
Gambar 4. Homo-rudolfensis
Gambar 5. Homo-sapiens idaltu
Gambar 6. Homo-rhodesiensis
Reff:
- Stringer, C.B. (1994). "Evolution of early humans". In Steve Jones, Robert Martin & David Pilbeam (eds.). The Cambridge Encyclopedia of Human Evolution. Cambridge: Cambridge University Press.
- McHenry, H.M (2009). "Human Evolution". In Michael Ruse & Joseph Travis. Evolution: The First Four Billion Years. Cambridge, Massachusetts: The Belknap Press of Harvard University Press.
- ______ALKITAB Terjemahan Baru. LAI. 1994.