Selasa, 18 April 2017

Bangsa Filistin Dan Asal-usulnya

By: Nasoeman Lamoek Ama-Mangabing, A.Md.

Pertanyaan yang mendasar, dari manakah Bangsa Filistin; bisa dibaca di Kej.10:13-14 dan 1 Taw.1:11-12, dan asalnya jika dipandang sejak masa Air Bah menghapus kehidupan di Bumi maka berasal dari keturunan Ham, anak Nuh (Kej.10:6-13). Bangsa Filistin dikenal dengan orang-orang gagah perkasa di masanya dengan perawakan tinggi dan besar. Bisa dibaca di 1 Taw.20:4-8. Sepanjang masa Yosua sampai Daud senantiasa ada peperangan antara Bangsa Filistin dan Bangsa Israel.

Bangsa Israel sendiri berasal dari keturunan Sem (jika dipandang dari masa Air Bah menghapus kehidupan di Bumi) baca di 1 Taw.1:24, lalu 1 Taw.1:34 (nama lain dari Yakub adalah Israel, Kej.32:28). Sem melahirkan lima anak yakni: Elam, Asyur, Arpakhsad, Lud dan Aram; sedangkan Ham memperanakkan empat anak yaitu: Kusy, Misraim, Put dan Kanaan. Israel memperanakkan dua belas anak yaitu: Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, Zebulon (dari Lea); Dan, Naftali (dari Bilha); Gad, Asyer (dari Zilpa); Yusuf, Benyamin (dari Rahel) serta seorang perempuan bernama Dina (dari Lea).

Bila membaca sejarah Bangsa Israel ini selalu terharu akan Kasih Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub. Abraham memiliki dua anak,  namun hak ahli waris di Ishak; Ishak memiliki dua anak namun hak ahli waris ada di Yakub, Yakub itulah Israel.



Gambar 1. Pembagian Kerajaan Yehuda dan Kerajaan Israel



Bangsa Filistin sendiri bukanlah orang Palestina sekarang (walaupun bisa saja seperti halnya orang Israel setelah terbagi dua kerajaan yakni Yehuda dan Israel; dimana telah melakukan kawin campur). Orang Palestina sendiri adalah orang Arab, dan orang Arab asalnya dari orang Aram (Suriah, Irak, Arab Saudi). Sedangkan Bangsa Filistin berasal dari keturunan Ham, yakni Misraim; orang Aram sendiri dari keturunan Sem.

Yang terpenting, orang-orang di Timur-Tengah adalah bangsa dengan garis keturunan yang memiliki kecerdasan tinggi, sehingga sangat menyedihkan mengapa selalu terjadi kerusuhan dan peperangan di daerah tersebut. Apakah memang tidak boleh hidup generasi manusia cerdas dan sempurna, dengan kecerdasan di atas rata-rata hidup di Bumi ini?


Gambar 2. Hipotesis Sebaran Keduabelas Suku Israel

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar