Rabu, 19 April 2017

Janji TUHAN Abadi dan Pasti

oleh: Gloria Narasaon Bunga-Radja, S.Si.Teol.

Allah yang disembah oleh umat Nasrani adalah TUHAN, Allah Abraham, Ishak, dan Yakub [Kel.3:15-20], yang telah menjadi Anak Manusia, Yesus Kristus [Mat.1:1-17 ; Mrk.3:23-38]. Sejak manusia jatuh dalam dosa, Maut 'bangkit' dari tidur abadinya dan menguasai manusia. Iblis dengan tipu-daya berusaha 'mengambil' jiwa-jiwa yang kering atas 'hidup' dan damai-sejahtera. Setiap jiwa-jiwa yang tersesat akan menjadi milik Kuasa Kegelapan [Luk.11:24-26 ; Yoh.3:19-20]. Namun DIA tidak mau kehilangan domba-domba dan umat pilihan-Nya [Hak.6:7-16 ; Luk.4:17-19 ; Luk.5:24].

Kritus datang ke dunia bukan untuk menghakimi melainkan untuk menyelamatkan jiwa-jiwa yang tersesat [Yoh.1:1-5 ; Yoh.3:16-18]. Oleh sebab itu Alkitab berkisah tentang Janji Pencipta dan yang diciptakan-Nya oleh sebab Maut telah berkuasa pada manusia. Kristus telah diberi kuasa oleh DIA yang mengutus-Nya untuk menyelamatkan setiap jiwa yang tersesat dan mau percaya kepada-Nya [Yoh.5:19-23].

Yesus Kristus adalah Yang Awal dan Yang Akhir [Why.22:12-13] dan sebagai Janji TUHAN kepada nenek-moyang orang Nasrani untuk menjemput kembali ke Rumah-Nya yang kekal.


 

Selasa, 18 April 2017

Bangsa Filistin Dan Asal-usulnya

By: Nasoeman Lamoek Ama-Mangabing, A.Md.

Pertanyaan yang mendasar, dari manakah Bangsa Filistin; bisa dibaca di Kej.10:13-14 dan 1 Taw.1:11-12, dan asalnya jika dipandang sejak masa Air Bah menghapus kehidupan di Bumi maka berasal dari keturunan Ham, anak Nuh (Kej.10:6-13). Bangsa Filistin dikenal dengan orang-orang gagah perkasa di masanya dengan perawakan tinggi dan besar. Bisa dibaca di 1 Taw.20:4-8. Sepanjang masa Yosua sampai Daud senantiasa ada peperangan antara Bangsa Filistin dan Bangsa Israel.

Bangsa Israel sendiri berasal dari keturunan Sem (jika dipandang dari masa Air Bah menghapus kehidupan di Bumi) baca di 1 Taw.1:24, lalu 1 Taw.1:34 (nama lain dari Yakub adalah Israel, Kej.32:28). Sem melahirkan lima anak yakni: Elam, Asyur, Arpakhsad, Lud dan Aram; sedangkan Ham memperanakkan empat anak yaitu: Kusy, Misraim, Put dan Kanaan. Israel memperanakkan dua belas anak yaitu: Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Isakhar, Zebulon (dari Lea); Dan, Naftali (dari Bilha); Gad, Asyer (dari Zilpa); Yusuf, Benyamin (dari Rahel) serta seorang perempuan bernama Dina (dari Lea).

Bila membaca sejarah Bangsa Israel ini selalu terharu akan Kasih Allah Abraham, Allah Ishak, Allah Yakub. Abraham memiliki dua anak,  namun hak ahli waris di Ishak; Ishak memiliki dua anak namun hak ahli waris ada di Yakub, Yakub itulah Israel.



Gambar 1. Pembagian Kerajaan Yehuda dan Kerajaan Israel



Bangsa Filistin sendiri bukanlah orang Palestina sekarang (walaupun bisa saja seperti halnya orang Israel setelah terbagi dua kerajaan yakni Yehuda dan Israel; dimana telah melakukan kawin campur). Orang Palestina sendiri adalah orang Arab, dan orang Arab asalnya dari orang Aram (Suriah, Irak, Arab Saudi). Sedangkan Bangsa Filistin berasal dari keturunan Ham, yakni Misraim; orang Aram sendiri dari keturunan Sem.

Yang terpenting, orang-orang di Timur-Tengah adalah bangsa dengan garis keturunan yang memiliki kecerdasan tinggi, sehingga sangat menyedihkan mengapa selalu terjadi kerusuhan dan peperangan di daerah tersebut. Apakah memang tidak boleh hidup generasi manusia cerdas dan sempurna, dengan kecerdasan di atas rata-rata hidup di Bumi ini?


Gambar 2. Hipotesis Sebaran Keduabelas Suku Israel

 

Kamis, 09 Maret 2017

Profesionalitas Pengajar

by: Dr. Merry Tanoe Omp-Debata, M.Si.

Setiap tingkat pendidikan perguruan tinggi memiliki kelebihan masing-masing dan tidak dapat saling dibandingkan; oleh sebab secara objective bandingkan menggunakan kaidah 'apple-to-apple'. Tingkat SD s.d SMA tidak boleh diajar oleh seseorang hanya lulusan tingkat pendidikan yang akan diajar tersebut. Misalkan tidak boleh (dan melanggar undang-undang) jika lulusan SMA mengajar tingkat pendidikan SMA, SMP, bahkan SD. Bila ada alasan kebutuhan SDM, hanya omong-kosong belaka sampai awal tahun 2000 Indonesia masih krisis sarjana untuk menjadi seorang guru.

Demikian juga untuk tingkat universitas, khususnya D1, D2, D3, dan S1; berdasarkan undang-undang dosen sebagai staff pengajar harus memiliki ijazah minimal S2. Walaupun pemegang ijazah S1 tersebut memegang sertifikasi internasional sekalipun, hal ini tidak diperbolehkan oleh undang-undang, Apabila hal ini dipaksakan maka, kualitas lulusannya rendah serta proses belajar-mengajar dimungkinkan tidak berjalan dengan baik.

Tingkat dan wawasan seorang pengajar pasti diukur dari tingkat pendidikannya, dan setiap peserta pendidikan wajib mematuhi arahan yang disampaikan oleh pengajar. Banyak hal yang mendukung bagi seorang pengajar dengan tingkat pendidikan tinggi dalam menyampaikan materi pengajarannya. Oleh alasan dengan tingkat pendidikan yang tinggi tersebut dipahami telah melewati berbagai problema dan studi kasus saat menempuh pendidikan tinggi tersebut.

Banyak faktor mengapa sebuah lembaga pengajaran masih merekrut/menerima staff pengajar dengan level pendidikan tidak sesuai persyaratan. Beberapa pandangan pokoknya seperti: faktor kolusi dan nepotis, faktor anggaran penggajian, faktor politis agar staff pengajar selalu 'taat' dengan policy yang ditetapkan, dan faktor egosentris terhadap staff pengajar senior. Oleh sebab itu kembali kepada sang pemegang keputusan, kepentingan dan otoritas apakah kualitas sumber daya manusia ingin ditingkatkan serta cara pandang masyarakat semakin baik atau justru masih 'terbuai' dengan kondisi lateral dan 'status-quo'.